Hening


Hening. 
Hanya suara angin berhembus dan suara binatang malam yang terdengar malam ini. Dinginnya angin malam yang menusuk menambah rasa sakit yang dirasa. Semua harapan itu kini menghilang, bersama hembusan angin yang semakin menjauh.
Hanya air mata yang meluruh di pipi yang kini tersisa.

Hampa.
Tidak ada lagi kebahagiaan saat mengingatmu, tidak ada lagi kehangatan saat meihatmu. Semuanya hilang, berganti oleh sesaknya kekecewaan dan kepedihan.

Seperti bintang

Aku mendengar kabar tentang kepulanganmu. Andai saja aku yang menjadi salah satu alasanmu untuk pulang sebentar, mungkin kebahagiaan yang kini memenuhi hatiku. Namun, semuanya hanya khayalanku belaka, ya, khayalan yang tak pernah menjadi kenyataan.

Ingin sekali aku bersua denganmu, walau hanya sekedar untuk menyapamu saja. Namun, lagi-lagi ini hanya anganku saja. Aku mengerti betul bahwa aku sama sekali tidak berarti di matamu, atau bahkan kini kau sudah melupakanku, dan tak mengingatnya sama sekali.

Setiap hari, bahkan nyaris setiap waktu, aku selalu melihat dan menunggu status yang kau buat, karena hanya darisitulah aku bisa mengetahui seluruh kegiatanmu, tanpa kau tahu. Ada rasa bahagia, ketika statusmu itu menggambarkan kebahagiaan, ada rasa sedih ketika statusmu itu menyuarakan pilunya hatimu, ada rasa kecewa ketika statusmu itu melukiskan kekecewaan. Hatiku bagai air ya? Yang mengikuti perubahan emosimu.

Terkadang aku ingin mengatakan 'hai, bagaimana kabarmu?' Namun aku sadar, aku sadar siapa aku dimatamu. Aku harus meredam hatiku untuk mengurungkan niat itu. Untuk sekedar menanyakan kondisimu pada orang terdekatmu saja aku masih berpikir beribu-ribu kali, karena aku sadar, aku tak berhak untuk itu.

Pengecut ya aku, di hari ulang tahunmu pun aku tak berani untuk mengucapkan 'selamat ulang tahun' kepadamu. Walaupun sebenarnya ingin sekali aku mengucapkannya, namun, lagi-lagi aku sadar, aku bukan orang yang kau harapkan untuk mengucapkan kata-kata itu. Biarlah, doa untukmu ini yang bisa menenangkanku.

Dan aku sangat-sangat khawatir ketika aku mendengar kabar bahwa kau sakit. Lagi-lagi aku sadar dan paham, bahwa aku, bukanlah orang yang kau harapkan untuk mengucapkan 'cepat sembuh ya' dan segenap perhatian lainnya.

Aku hanya dapat melakukan semua itu dalam diam, tanpa kau mengetahuinya. Biarlah, biarlah hanya air mata ini yang menjadi saksi bahwa aku selalu menyisipkan namamu dalam perbincanganku dengan Tuhan. Doa yang tulus, doa yang terbaik bagimu. Karena dengan melihatmu tersenyum, aku pun akan tersenyum.

Aku hanya seperti seorang manusia yang melihat bintang. Melihat dari kejauhan, tanpa bisa menggapainya. Bahagia ketika melihat bintang itu bersinar, dan sedih ketika melihat cahaya bintang itu redup. Tanpa bintang itu tau, bahwa di bumi ini,ada seseorang yang selalu memperhatikannya.

Buka hati nurani kalian

Aku sudah lelah, lelah untuk terus berdiam diri, lelah untuk terus bungkam, dan lelah untuk terus memahami kalian. Selama ini aku diam, bukan berarti aku biasa saja, bukan berarti aku tak perduli, tapi aku hanya menghargai kalian, dan berharap kalian dapat berubah. Namun apa? Semakin lama semakin seenakna saja. Kalianmalah menyalahkanku, menyalahkanku karena tak pernah memberi tahu jawaban ulangan kepada kalian. Pantaskah itu?

Dimana hati nurani kalian saat ini? Pernahkah kalian memikirkan perasaan orang tua kalian? Orang tua kalian yang banting tulang membiayai sekolah kalian, mencukupi semua kebutuhan kalian, memenuhi segala yang kalian inginkan. Tapi apa yang kalian lakukan? Mencontek saat ulangan? Bermain saat pelajaran? Lalu apa tujuan kalian sebenarnya pergi ke sekolah? Gengsi? Gaya? Popularitas?

Pernahkah kalian memikirkan orang lain? Orang lain yang rela menyediakan waktunya untuk membuka buku? Orang lain yang berpikir keras hanya untuk mengerjakan satu soal saja. Sedang kalian hanya memindahkan lekerjaan orang lain. Pernahkah?

Kalian selalu berpikir tak mampu. Kalian selalu berpikir bahwa kemampuan otak kalian terbatas, kalian selalu beranggapan bahwa pelajaran itu sulit. Lalu pernahkah kalian sekali saja serius untuk belajar dengan keras, untuk berpikir sendiri saat ulangan? Pernahkah? Lalu mengapa kalian berbicara seperti itu?

Banggakah kalian dengan hasil yang dicapai? Banggakah kalian membohongi ibu? Yang setiap hari memanjatkan doa, berharap anaknya dapat sukses, berharap anaknya lulus dengan PENGETAHUAN yang baik. Banggakah kalian membohongi ayah kalian? Yang rela bekerja siang malam hanya untuk membiayai sekolah kalian, agar kalian menjadi pribadi yang cerdas dan pintar. Banggakah kalian membohongi guru? Banggakah?

Pernahkah kalian berpikir tentang masa depan? Bagaimana nasibnya negara ini, jika saat masih remaja saja kalian tidak biasa mandiri, kalian tidak bisa menanamkan kejujuran pada diri kalian sendiri. Pernahkah kalian membenci para koruptor? Coba bandingkan dengan diri kalian, apa bedanya? Inginkah kalian menjadi budak negara lain di masa yang akan datang? Inginkah kalian menjadi pembantu bagi para tamu di negara sendiri. Inginkah kalian?

Bukalah sedikit hati nurani kalian. pikirkan orang-orang yang menyayangi kalian, yang rela berkorban untuk kalian, PIKIRKAN! Pikirkan apa yang akan kalian beri untuk orang tua kalian. Kebahagiaankah? Atau kekecewaan?

Maaf, maaf jika aku terlalu lancang, maaf jika aku terlalu kasar kali ini. Aku hanya ingin kalian berubah. Sungguh hidup dalam kejujuran akan lebih tenang bukan? Aku harap ada sebuah perubahan nantinya. Semoga hati nurani kalian terbuka, walau sedikit demi sedikit.

Mungkin untuk sebagian orang ini hanyalah lelucon atau bualan belaka, namun aku berharap suatu saat nanti kalian akan sadar.

Happy birthday to you!

"Selamat ulang tahun aku ucapkan kepadamu. Semoga menjadi pribadi yang lebih baik, dan semua yang kamu inginkan tercapai. Semoga di tahun ini, kamu bisa menghadapi segala hal dengan baik dan lebih tegar." itu hanya sepenggal kata yang ingin aku ucapkan kepadamu, namun aku lebih memilih untuk tak mengungkapkannya. Maaf, aku tak seberani itu, lagipula aku bukan orang yang kau harapkan untuk mengucapkan itu bukan?

Sungguh saat itu, tepat jam 00.00 aku terbangun. Kupanjatkan segenap doa untukmu pada Tuhan. Walaupun, namamu memang sering kuperbincangkan dengan Tuhan. Seandainya kamu tau, betapa saat itu aku sangat bahagia dan sedih. Kamu sudah berusia sembilanbelas taun, dan aku tak bisa mengucapkanhal itu padamu. Aku yakin kau mendapatkan kejutan dari sahabat-sahabatmu di sana, atau bahkan orang yang spesial bagimu. Aku yakin kamu sangat-sangat bahagia.

Ah, andai kamu tahu semua yang aku rasakan saat itu. Tapi, sudahlah, aku toh bukan orang yang berarti untukmu.

Sekali lagi selamat ulang tahun untukmu...

318110

Dwitasari :): Bukan Kisah yang Terlalu Penting

Dwitasari :): Bukan Kisah yang Terlalu Penting: Aku  masih merasakan sesak yang sama. Aku tahu bahwa pada akhirnya aku akan sesedih ini, aku berusaha menghindari air mata sekuat yang aku ...

Fakta Tentang Menguap

Tanggal Tidak Tersedia
sumber : kaskus.us
Nah, kalo ketularan nguap, pernah nggak? Penasaran nggak sih kenapa nguap bisa nular? Nih, ada beberapa fakta tentang nguap yang perlu kamu tau

1. Menguap ternyata emang dapat menular

Kata Steven Platek Ph.D., seorang profesor psikologi di Universitas Drexel,Philadelpia, yang melakukan penelitian bersama timnya meyakini bahwa ketularan menguap adalah cara primitif yang ditunjukkan oleh orang lain untuk mengekspresikan empatinya. Katanya, ""Menguap tidak hanya dipicu karena melihat seseorang menguap, tetapi juga karena mendengar, membaca, atau bahkan hanya karena berpikir tentang menguap," Wow...kalo ini benar, hebat juga ya kemampuan tubuh manusia untuk saling berempati. Jadi, kalau ada orang yang nggak punya empati sama sekali ke orang lain itu menyalahi kodrat...:-D

2. Menguap untuk menjaga suhu otak

Ternyata, kalau kita menguap, itu tidak selalu pertanda ngantuk, bosan, atau kekurangan oksigen lho. Menguap bisa jadi justru karena otak kita sedang berusaha memaksimalkan konsentrasi. Kata Gordon Gallup ahli psikologi yang melakukan penelitian mengenai hal ini menunjukkan kalau menguap itu merupakan salah satu cara tubuh untuk menjaga suhu otak. Seperti mesin yang dipakai terus menerus dengan kapasitas besar yang memerlukan pendinginan supaya tidak cepat soak, begitu juga dengan otak.

Hasil penelitiannya ini diperkuat dengan uji coba yang dilakukannya di Universitas Albany. Beberapa mahasiswa diminta untuk menyaksikan rekaman orang yang sedang menguap.kelompok pertama diminta untuk mengompres kepalanya dg kompres dingin, dan kelompok dua kepalanya tidak dikompres atau justru dikompres dengan kompres panas. Hasilnya,kelompuk pertama tidak ikut-ikutan menguap sedangkan kelompok kedua tertular ikut menguap.

3. Sering menguap itu bisa jadi tanda ada yang tidak beres dengan tubuh

Menguap adalah hal biasa dan wajar, tapi jangan disepelekan ketika intensitasnya dirasa sudah melampaui batas normal karena ini bias jadi merupakan alarm tubuh atas ketidak beresan yang terjadi dalam tubuh, baik yang ringan sampai yang parah. Ketidakberesan tubuh yang ditandai dengan sering menguap di antaranya sebagai berikut.

* Menderita penyakit saraf, seperti Multiple Sclerosis dan Amyotropic Lateral Sclerosis
* Menderita darah rendah dengan tekanan darah 90/60 mmHg. Orang yang memiliki tensi darah yang rendah biasanya sering menguap, cepat pusing dan lelah.
* Sebagai akibat dari mengonsumsi obat-obatan tertentu.
* Mengonsumsi anti depresan.
* Kelelahan yang teramat sangat. .........

Mengapa Kita Menguap


KOMPAS.com - Kerap menguap tak selalu berarti mengantuk, sehingga tidur juga belum tentu jadi solusmya. Mengantuk bisa saja menjadi salah satu sinyal dari alam bawah sadar bahwa tubuh kurang gerak.
Bekerja lebih dari lima jam di depan komputer, sampai tak ingat bangkit misalnya, bisa membuat kita mengantuk. Mengantuk juga merupakan indikasi otak kekurangan oksigen, yang salah satu penyebabnya, porsi makan yang berlebihan.
Kurangnya oksigen di otak bisa menurunkan kewaspadaan dan konsentrasi terhadap pekerjaan maupun lingkungan sekitar. "Bila makanan yang masuk ke tubuh terlalu banyak, lambung akan sangat penuh, sehingga konsentrasi utama tubuh hanya mengurai makanan," kata Prof. DR. Dr. Moh. Hasan Machfoed, Sp.S(K), MS, spesialis saraf dari RS Dr. Soetomo Surabaya.
Bila banyak oksigen digunakan untuk mengurai makanan, besar kemungkinan organ lain, misalnya otak, yang kekurangan zat O2. Sinyal yang muncul adalah menguap terus-menerus.
Untuk menghindari kondisi tersebut, Prof. Machfoed menyarankan agar kita makan tidak berlebihan.
Tetap mengonsumsi makan utama tiga kali sehari dengan makanan selingan di antara waktu makan utama, namun porsi disesuaikan dengan kapasitas lambung. Dengan pola makan yang teratur, fungsi lambung menjadi optimal. "Lambung jadi mampu membiasakan diri kapan mesti mengolah makanan dan kadar harus istirahat," katanya.
Konsumsi tiga porsi kecil makan utama dan dua jenis kudapan, bisa menjaga kadar gula darah dan tingkat energi stabil sepanjang hari. Sebaliknya, makai dalam porsi besar sekaligus, walaupun jadwalnya berkurang menjadi dua kali sehari, akan langsung meningkatkan kadar gula darah. "Itu malah berbahaya," ucapnya.
Saat makan utama dianjurkan mengandung karbohidrat cukup, lengkap dengan lemak, protein, vitamin dan mineral. Jika sedang menurunkan berat badan, menu makanan tetap harus lengkap, tetapi pilih jenis yang rendah lemak dan rendah kalori. "Kecukupan nutrisi penting agar tubuh mendapat cukup energi untuk beraktivitas," ujarnya.
Tanda Kelainan Saraf
Disebut menguap berlebihan jika dalam 1 menit seseorang menguap 1-4 kali. Menguap berlebihan bisa jadi tanda penyakit serius.
"Ada beberapa hal yang terjadi ketika menguap. Rahang yang terbuka dan memungkinkan menghirup napas panjang. Hal ini, meski sesaat, menciptakan tekanan besar di paru-paru," papar staf pengajar di Departemen Neurologi FK Unair ini.
Sebagian besar gangguan yang berhubungan dengan menguap berasal dari sistem saraf pusat, yakni epilepsi, radang otak, atau tumor otak. Menguap juga menjadi tanda dari reaksi vasovagal. Bisa juga menjadi tanda kecemasan atau rasa bosan.
"Orang menguap untuk berbagai macam alasan. Tidak selalu berarti mengantuk," tuturnya.
Menurut Prof. Machfoed, ilmuwan percaya menguap dapat membantu kita menjadi lebih waspada untuk segera memasukkan oksigen ke otak. Karena menguap adalah salah satu tanda jumlah oksigen di otak menurun yang bisa membuat kita sulit konsentrasi.
Ilmuwan lain beranggapan, menguap justru membantu mengatur suhu tubuh. Dengan menguap, terjadi proses menaikkan tensi dan laju jantung.
Umumnya, menguap tidak berbahaya, walau bisa juga menjadi pertanda kondisi medis yang serius. "Orang-orang yang memiliki penyakit saraf seperti multiple sclerosis dan amyotropic lateral sclerosis(ASL) akan menguap lebih sering dari orang normal," tuturnya.
Orang dengan tekanan darah rendah, misalnya sekitar 90/60 mmHg, juga cenderung Bering menguap yang diikuti rasa mengantuk. Tekanan darah rendah juga membuat orang sering pusing, cepat lelah, dan penglihatan kabur.
Tekanan darah rendah membuat kurangnya darah yang dipompa jantung. Jika darah yang dipompa jantung semakin sedikit, akan semakin rendah tekanan darahnya. Akibatnya, jantung atau otak kekurangan pasokan oksigen dan yang bersangkutan menjadi Bering menguap, pusing, atau lelah.
Banyak menguap, diungkapkan, juga bisa karena reaksi terapi radiasi untuk kanker, atau konsumsi obat-obatan seperti untuk penyakit parkinson. Beberapa antidepresan seperti paroxetine dan setraline bisa menyebabkan menguap berlebihan. Yang menarik, pengidap skizofrenia justru jarang menguap.
Hampir semua makhluk vertebrata selalu menguap. Bahkan, janin manusia mulai menguap ketika berusia 11 minggu. Namun, jika Anda kerap menguap, 1-4 kali dalam satu menit, jangan Began untuk ke dokter.
Sering menguap juga bisa dikarenakan kondisi kelelahan yang teramat sangat. Kelelahan ternyata bisa juga berhubungan dengan adanya infeksi saluran kencing, akibat kontaminasi bakteri Escherichia coli. Bila Anda Sering menguap melebihi Batas normal, cobalah memeriksakan urin ke dokter. Siapa tahu mengalami UTI (urinary tract infection).
Diet ketat sampai tubuh tak cukup mendapat asupan gizi, juga bisa mencetuskan kelelahan. Kalori sama halnya dengan energi. Mengonsumsi makanan dalam porsi seimbang akan membuat kadar gula darah terjaga normal, dan rasa kantuk enggan mendekat.
Disarankan memilih karbohidrat kompleks agar mendapatkan energi yang cukup. Terlalu banyak menyantap nasi putih, mi, kue, atau roti, yang termasuk dalam deretan karbohidrat sederhana, malah mengundang kantuk.
Kelelahan juga bisa disebabkan asupan makanan yang dapat memicu alergi. Selain itu, konsumsi kafein bisa pula membuat tubuh yang sudah letih menjadi semakin letih.